Minggu, 02 Juli 2017

Sertifikat Keselamatan Kapal

Sertifikat Keselamatan Kapal

Sertifikat Keselamatan Kapal - System Penggerak Kapal 
Awal mulanya system penggerak kapal yaitu mesin uap. Tetapi sekarang ini paling tak ada tiga type type mesin yang dipakai oleh kapal : 
Mesin Diesel (Slow Speed, Medium Speed serta High Speed). Umumnya memiliki ukuran besar hingga perbaikannnya akan menelan cost yang besar juga. Tetapi type mesin ini begitu bisa dihandalkan serta ekonomis. 
Mesin Diesel-Electric 
Gas Turbin. 
Pada umumnya kapal – kapal yang bergerak dengan kemampuan system penggerak sendiri (self propelled) semakin lebih aman serta gampang diarahkan dalam hadapi cuaca jelek dibanding dengan kapal monitor, tongkang, serta kapal – kapal beda yg tidak mempunyai mesin penggerak sendiri. 

Sertifikat serta Dokumen yang perlu ada di atas kapal berbendera Indonesia (berdasar pada SV. 1935) 
Surat Tanda Kebangsaan berbentuk Cocok Tahunan 
Surat Ukur untuk kapal di atas 7 GT 
Sertifikat Keselamatan (Sesuai sama SV. 1935 Pasal 5 Ayat (6) ) 
Surat Ijin Berlayar dari Syahbandar. 

Untuk kapal Monitor Motor (KLM) dengan isi Kotor semakin besar dari 35 GT s/d 150 GT : 
Surat Tanda Kebangsaan berbentuk Cocok Tahunan 
Surat Ukur 
Sertifikat Keselamatan (sesuai sama SK. DIRJEN HUBLA No. DKP. 46/1/1-83 tanggal 11 Januari 1983) 
Sertifikat Radio 
Surat Ijin Berlayar dari Syahbandar 


Kapal monitor Motor (KLM) dengan isi kotor semakin besar dari 150 GT s/d 500 GT :  
Surat Tanda Kebangsaan berbentuk Cocok Tahunan (untuk Isi Kotor s/d 175 GT), atau berbentuk Surat Laut (untuk Isi kotor semakin besar dari 175 GT) 
Surat Ukur 
Sertifikasi Keselamatan (sesuai sama SK. Dirjen Hubla No. PY. 66/1/2/-02 tanggal 7 februari 2002) 
Sertifikat Radio 
Surat Ijin Berlayar dari Syahbandar. 

Kapal Motor isi Kotor 7 GT s/d kurang dari 35 GT 
Surat Tanda Kebangsaan berbentuk Cocok Tahunan 
Surat Ukur 
Sertifikat Keselamatan (sesuai sama SV. 1935 pasal 5 ayat (5) ) 
Sertifikat garis Muat (untuk kapal dengan ukuran panjang lebih dari 24 Mtr.) 
Sertifikat Radio 
Surat Ijin Berlayar dari Syahbandar 

Kapal Motor Isi Kotor 35 GT ke atas : 
Surat Tanda Kebangsaan berbentuk Surat Laut 
Surat Ukur 
Sertifikat Keselamatan 
Sertifikat garis Muat 
Sertifikat radio 
Sertifikat Klasifikasi (untuk kapal Isi kotor lebih dari 35 GT serta atau yang memakai mesin lebih dari 100 PK) 
Sertifikat Mencegah Pencemaran : Untuk kapal dengan isi kotor 100 GT s/d 399 GT serta atau yang memakai mesin lebih dari 200 PK, berbentuk Sertifikat Nasional Mencegah Pencemaran (SNPP) Untuk Kapal dengan isi kotor lebih dari 399 GT, berbentuk Sertifikat International Oil Polution Prevention (IOPP) 
Surat Ijin Berlayar (SIB) dari Syahbandar 

Kapal Motor Nelayan Tradisionil Isi kotor s/d 35 GT : 
Surat Tanda Kebangsaan berbentuk Cocok Tahunan 
Surat Ukur (untuk kapal dengan isi kotor lebih dari 7 GT) 
Sertifikat Keselamatan (sesuai sama SV. 1935 Pasal 5 Ayat (6) ) 
Surat Ijin Berlayar (SIB) dari Syahbandar 

Kapal Penangkap Ikan 
Surat Tanda Kebangsaan 
Sertifikat Kelaikan serta Pengawakan kapal Penangkap Ikan 
Surat Ukur 
Surat Ijin Berlayar (SIB) dari Syahbandar 
SIPI (Surat Ijin Penangkapan Ikan) 

Kapal Penyeberangan 
Surat Tanda Kebangsaan 
Sertifikat Keselamatan Kapal Penyeberangan 
Surat Ukur 
IOPP Sertifikat (International Oil Polution Prevention) 
Sertifikat Klas 
Surat Ijin Berlayar (SIB) dari Syahbandar 

Kapal Kecepatan Tinggi 
Surat Tanda Kebangsaan 
Sertifikat Keselamatan Kapal Kecepatan Tinggi 
Surat Ijin Pengoperasian Kapal Kecepatan Tinggi 
Surat ukur 
IOPP Sertifikat (International Oil Polution Prevention) 
Sertifikat Klas 
Surat Ijin Berlayar (SIB) dari Syahbandar 
Brevet A/Brevet B untuk Nakhoda serta Perwira Kapal Sertifikat tertulis diatas memiliki waktu laris paling lama berlaku 12 bln. terkecuali Surat ukur serta Surat laut berlaku untuk selama-lamanya. Jika sertifikat – sertifikat tesebut habis waktu berlakunya bisa diperpanjang atau diperbarui sesuai sama prosedur serta ketetapan yang berlaku 

SERTIFIKAT DAN DOKUMEN KAPAL MENURUT KONVENSI INTERNASIONAL SOLAS 74 
International Tonnage certificate (1969) 
International Load Line Certificate 
International Load Line Exemption Certificate 
Intact Stability Booklet 
Damage Control Booklets 
Minimal Safe Manning Document 
Certificates for Master. Officers or ratings 
International Oil Pollution Prevention Certificate 
Oil Record Book 
Ship Oil Pollution Emergency Plan 
Garbage Management Plan 
Garbage Record Book 
Cargo Securing Manual 
Document Of Compliance 
Safety Management Certificate 
Passenger Ship Safety Certificate 
Exemption Certificate 
Special Trade Passenger Ships 
Special Trade Passenger Ships Space Certificate 
Search and rescue Co – operation Plan 
Daftar Of Operational Limitations 
Decision Dukungan Sistem for Master 
Cargo Ship Safety Construction Certificate 
Cargo Ship Safety Equipment Certificate 

Tonnage of Vessel 

Yang disebut dengan Tonnage di sini bukanlah ukuran berat namun adalah ukuran volume. Sebagai referensi untuk tonnage kapal yaitu GT (Gross Tonnage) yang disebut volume kotor kapal serta NT (Nett Tonnage) adalah volume bersih kapal. 

Gross Tonnage yaitu keseluruhan volume kapal. Termasuk juga di dalamnya ruang untuk kebutuhan bahan bakar, awak kapal serta mesin kapal. Nett Tonnage yaitu keseluruhan volume yang dapat dimuati kargo hingga adalah sisi yang bisa hasilkan uang tambang. Itu juga penyebabnya kenapa nyaris semuanya perhitungan uang tambang senantiasa terkait dengan Gross atau Nett Tonnage. 

Kapal yang mempunyai tonnage kecil relatif akan memiliki resiko tinggi dalam hadapi cuaca jelek serta bahaya laut beda saat berlayar dibanding dengan kapal yang mempunyai tonnage yang cukup besar. 


Pengertian Klasifikasi Kapal 

Yang disebut dengan kapal yang di klasifikasi yaitu kapal yang disebut sudah didaftar pada satu diantara Biro Klasifikasi didunia. Sedang kapal yg tidak diklasifikasi yaitu kapal yg tidak didaftarkan pada Biro Klasifikasi. Umumnya kapal ini cuma didaftarkan pada Syahbandar. 

Bisa disebutkan biro klasifikasi awal mulanya lahir untuk menjawab keperluan underwriter Asuransi. Underwriter memerlukan pendapat yang berdiri sendiri mengenai keadaan kapal yang akan diasuransikan. Selanjutnya biro klasifikasi berkembang jadi tubuh hukum berdiri sendiri yang keluarkan sertifikat untuk nyaris semuanya segi yang terkait dengan bangunan kapal serta objek-objek marine yang lain. 

Di Indonesia, sesuai sama ketentuan Menteri Perhubungan No. 20 th. 2006 jadi tiap-tiap kapal yang berbendera Indonesia memiliki ukuran S100 GRT keatas atau 250 HP keatas atau panjang 20 M ke atas mesti diklas-kan pada Biro Klasifikasi Indonesia. Terkecuali menerbitkan sertifikat yang terkait dengan kwalitas kapal, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) juga di beri juga wewenang oleh Pemerintah Indonesia untuk keluarkan sertifikat garis muat internasional atas nama Indonesia. 

Tongkang atau Barge adalah fasilitas atau alat angkutan laut yang biasanya banyak dipakai untuk mengangkut barang, baik barang padat (kayu log, mesin – mesin), curah (batubara), maupun cair (minyak mentah/crude oil). Terkecuali untuk alat angkutan laut, tongkang yang sudah direkonstruksi atau dimodifikasi banyak dipakai jadi kapal akomodasi, hotel terapung, serta kepentingan yang lain di tempat project di perairan serta laut. 

Dari beragam peranan tongkang itu jadi di bawah ini sebagian arti tongkang berdasar pada manfaatnya : 


I. Work Barge : tongkang yang dipakai jadi tempat atau pangkalan untuk lakukan pekerjaan di laut. 

II. Pilling Barge : tongkang yang diperlengkapi alat pemancang yang dipakai untuk kerjakan pemancangan di laut. 

III. Landing Craft Tank/Landing Craft Machine 

Kapal type ini senantiasa digunakan untuk mengangkut alat-alat berat seperti bulldozer, excavator, crane, dump truck dan sebagainya. Kapal seringkali digunakan untuk masuk beberapa daerah pedalaman yg tidak mempunyai fasilitas pelabuhan yang cukup ideal. Dalam sebagian masalah terbenam, sumber penyebabnya peristiwa yaitu pengikatan (lashing) muatan yg tidak mencukupi. Ketika kapal dihantam ombak dalam perjalanannya, ikatan (lashing) muatan bisa lepas serta muatan berubah, mengakibatkan kestabilan kapal beralih serta bisa menyebabkan kapal terbalik. 

Perlu untuk meyakinkan kalau semua Heavy Equipment atau kendaraan yang diangkut terikat kuat serta tali ikatan dihubungkan ke tubuh kapal. Pada sebagian kondisi, kendaraan berat tersebut di las ke tubuh kapal. 

IV. Dredger Barge : tongkang yang dipakai untuk pengerukan laut 

V. Split Barge : tongkang yang dipakai untuk menyimpan lumpur serta dibongkar lewat cara pemisahan lambung kiri serta kanan 

VI. Hopper Barge : tongkang yang dipakai untuk menyimpan lumpur serta dibongkar lewat pintu alas yang bisa di buka. 

VII. Modu (Mobile Offshore Drilling Unit) Barge : tongkang yang diperlengkapi alat bor untuk offshore drilling 

kapal di atas terkecuali dimaksud MODU, juga dimaksud SEDU : Self Elevating Drilling Unit. 

VIII. Kapal LPGs/LNGs Tanker 
Type Kapal Tanker umumnya memakai mesin diesel low speed. Kapal pengangkut liquified petroleum gas (LPG) serta liqufied alami gas (LNG) adalah kapal spesial yang di desain untuk membawa gas yang sudah dicairkan. Gas dicairkan lewat pendingin serta menambahkan desakan. 

Kapal type ini tinggi nilainya karna dibuat dengan konstruksi yang spesial. Material kapal mesti mampu menghindar rusaknya tubuh serta palka kapal pada perubahan temperatur gas yang dibawanya. Pada umumnya kapal type ini akan dirawat dengan begitu baik oleh pemiliknya. Walau demikian bahaya akan munculnya ledakan adalah resiko paling besar yang mungkin saja muncul. Karna kapal mempunyai konstruksi yang spesial jadi perbaikan kapal type ini begitu mahal. 

IX. Kapal General Cargo 

Adalah type kapal pengangkut berbagai macam type barang serta dalam beragam bentuk paket (packing). Kapal – kapal type biasanya berlayar tidak mempunyai rute spesial (trampers) 

Kapal ini pada dasarnya dibagi jadi sebagian ruang. Ruang cargo lazimnya disebutpalka. Palka mesti mempunyai ventilasi yang baik dengan sistem Gooseneck atau mungkin dengan memakai kompressor. 

Dalam ketetapan BKI kapal ini diwajibkan mempunyai alas dek ganda (double bottom plate). Dek dengan type ini akan untungkan karna apabila kapal jatuh jadi kargo akan tetaplah selamat. Peranan beda dek ini yaitu untuk tempat menaruh bahan bakar dan ballast tidak tetaplah. 

X. Kapal Cepat 
Kapal bisa bergerak cepat karna tips pada pojok serta bentuk baling – baling dengan kecepatan putar baling – baling. Itu penyebabnya jadi pada kapal cepat rusaknya pada system pendingin kapal (bisa berbentuk air atau oli) akan seringkali didapati. 

Kapal cepat terutama dengan propulsi water jet begitu memiliki resiko pada terbelitnya impellerpompa dengan tali. Kapal type ini mesti baiknya beroperasi pada perairan – perairan yang bersih saja. 

Konstruksi kapal cepat yang sering terbuat dari Aluminium atau Fibreglass membuat kapal ini rawan pada tabrakan dengan potongan – potongan kayu log yang mengambang bebas di laut. 

XI. Ro – Ro Ferry (Roll On-Roll Off) 
Problem paling utama resiko yang mungkin saja berlangsung pada kapal type ini yaitu masuknya air laut lewat bow visor di haluan yang jaraknya dengan permukaan air tidaklah terlalu tinggi. 

Karna ombak tinggi banyak air yang masuk ke main dek, semestinya air itu bisa dibuang dengan sendirinya lewat lubang buangan di bebrapa bagian kapal (freeing port) namun karna air yang masuk sangat banyak jadi karna ada dampak free surface, air akan berkumpul di bagian kapal, hingga bisa mengganggu kestabilan kapal. Diluar itu klaim banyak berlangsung berbentuk partial lossyang bersumber dari rusaknya mesin. 

Sebagian masalah paling akhir yang menyangkut kapal Ro-Ro tunjukkan kalau pergeseran muatanHeavy Equipment yang dibawa begitu memengaruhi kestabilan kapal. Dalam banyak peluang Heavy Equipment yang dibawa tidak diikat dengan baik ke cincin-cincin yang umumnya ada pada dek kapal. 

XII. Accomodation Barge : tongkang untuk akomodasi. 

XIII. Crane Barge : tongkang yang diperlengkapi dengan alat angkat/crane 

XIV. Pontoon : tongkang yang memiliki geladak yang rata (flat deck) hingga bisa dipakai untuk muatan didalam kapal 

XV. Oil Barge : tongkang yang dipakai untuk mengangkut minyak 

XVI. Tug Boat menarik Tongkang Batubara 
Seperti namanya jadi peranan paling utama Tug Boat yaitu jadi kapal penarik (towing) atau jadi kapal pendorong (pusher), karena itu jadi Tug Boat senantiasa didapati berpasang-pasangan dengan tongkang (barge). 
Tug Boat banyak dipakai jadi kapal menunda di pelabuhan, jadi kapal patroli, serta satu peranannya yang paling perlu jadi kapal pencari serta penyelamat (salvage operation). 
Pada umumnya Tug Boat banyak dipakai di lokasi perairan pantai, seperti perairan sungai serta pelabuhan. Tug Boat seringkali diklasifikasikan tidak dari volume/dimensinya namun kemampuannya (horse power). Tug Boat dengan Gross Tonnage 100 dapat saja mempunyai tenaga beberapa ribu HP.

dokumen kapal tugboat
surat kapal adalah
dokumen kapal perikanan
dokumen kapal tanker
sertifikat keselamatan kapal
sertifikat kapal penumpang
surat tanda kebangsaan kapal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar